Michael Nace
The Voyage Out
Minority Records / Myrrrr Records Indonesia
Adalah singer songwriter dengan lagu-lagu yang khas folk seperti Nick Drake, Andrew Bird dan Leonard Cohen. Menciptakan lagu-lagu yang peka dengan dominasi petikan gitar akustik yang lembut, dan suara Nace yang hushky. Seperti pada lagu “Time Passes” yang memiliki petikan gitar menenangkan, begitupula track-track lain yang semuanya memiliki melodi yang tentram dan cenderung sentimentil.
Dapat dibeli di
Monik House
Jl.Dr.Setiabudhi 56
Bandung
40141
*artikel sebelumnya dimuat di majalah Network MNC.
Tangtype adalah Jean-Francois dan Julie Cambier dari Brussels, Belgia, mereka memainkan musik experimental, dengan aransemen eksplosif dan intuitif, dimana mereka menggabungkan berbagai bunyi-bunyian instrumen akustik dan elektronik namun masih memiliki nuansa pop didalam struktur chaos yang mereka ciptakan.
Secara mudah album Flake Out ini buat kamu yang suka Slint, Mogwai, God Speed You Black Emperor, dan mencari bentuk experimentasi yang lebih absurd namun masih dalam memiliki sentuhan pop yang manis.
Album ini di Indonesia didistribusikan oleh Myrrrr , tersedia di
MonikHouse
Jl.Dr.Setiabudhi 56
Bandung
40141
http://www.myspace.com/tangtype
*review previously posted at Sugarpop

Kaws adalah kaws, sebuah figure ciptaan Brian Donelly designer toys dari Amerika, Kaws terhitung toys yang paling mahal sekarang di dunia, perusahaan toys besar seperti, MEDICOM, TOMY juga melisensi Kaws, setelah dibeli oleh MEDICOM Kaws melejit ke permukaan, MEDICOM juga mengurus dan Continue reading ‘Kaws Disected…From MyTummyToys’
Tin Soldier Marching Band played their ensemble at Monikceltic’s showroom. Three cutie Britain royal soldier would march for you, if you kind enough to spin the clockwork. They are about 2.5″ inches tall, with smiling faces and all made of tin.
Continue reading ‘Tin Soldier Marching Band’

Dipagi hari yang masih sejuk, saat perut meronta karena tidak sempat sarapan, maka pilihan kami di Setiabudhi 56 adalah melakukan kunjungan ke Jl.Karang Sari sebelum pom bensin, tepat didepan sebuah sekolah pariwisita. Disitu ada gerobak bubur ayam yang dijaga oleh pemuda bernama Hilman.
Hilman ini selalu melayani para pelanggannya dengan wajah berhias senyuman, dan pelanggannya yang juga terdiri dari mahasiswi berseragam sekolah pariwisata seringkali menggoda si Hilman ini. Sementara saya dan teman saya cukup menikmati pemandangan segar college girl in uniform itu dipagi hari.
Balik ke bubur.
Bubur ayam si Hilman ini berisikan suwir daging ayam, kacang, daun seledri, bawang goreng, cakwe plus bumbu-bumbu seperti kecap manis dan asin, dll. dan sebagai pelengkap bisa ditambahkan telur rebus. Buburnya sendiri tidak terlalu encer dan juga tidak terlalu keras. bisa dibilang cukup pas takaran air dan beras nya. Membuat perut tidak terlalu kenyang, dan menyisakan ruang untuk makan siang nanti.
Cukup menjadi rekomendasi, karena selain harganya yang cukup murah Rp.3500,- saja, sudah termasuk bonus teh tawar. Rasanya pun tidak mengecewakan, walaupun tidak bisa dibilang amazing juga.
ponten : 6.9
pelayanan : 8
Latest Comments
RSS