
Dipagi hari yang masih sejuk, saat perut meronta karena tidak sempat sarapan, maka pilihan kami di Setiabudhi 56 adalah melakukan kunjungan ke Jl.Karang Sari sebelum pom bensin, tepat didepan sebuah sekolah pariwisita. Disitu ada gerobak bubur ayam yang dijaga oleh pemuda bernama Hilman.
Hilman ini selalu melayani para pelanggannya dengan wajah berhias senyuman, dan pelanggannya yang juga terdiri dari mahasiswi berseragam sekolah pariwisata seringkali menggoda si Hilman ini. Sementara saya dan teman saya cukup menikmati pemandangan segar college girl in uniform itu dipagi hari.
Balik ke bubur.
Bubur ayam si Hilman ini berisikan suwir daging ayam, kacang, daun seledri, bawang goreng, cakwe plus bumbu-bumbu seperti kecap manis dan asin, dll. dan sebagai pelengkap bisa ditambahkan telur rebus. Buburnya sendiri tidak terlalu encer dan juga tidak terlalu keras. bisa dibilang cukup pas takaran air dan beras nya. Membuat perut tidak terlalu kenyang, dan menyisakan ruang untuk makan siang nanti.
Cukup menjadi rekomendasi, karena selain harganya yang cukup murah Rp.3500,- saja, sudah termasuk bonus teh tawar. Rasanya pun tidak mengecewakan, walaupun tidak bisa dibilang amazing juga.
ponten : 6.9
pelayanan : 8












Halo.,B’hilman.. Aq ska bu2r ayam loh. Pgn dh nyobain bu2r ala b’hilman,fktor utma gw pgn nyoba coz nma qt sma,.Hehe. Ntar gw ksna dh.. Duh jd lper gw..Ok dh. Skses y b’hilman!
ohhh nice info