
Cullinaire Adventure eps.02
Pak U’un berjalan cukup jauh untuk menjajakan dagangannya ini. Saya lupa dia berjalan darimana tapi yang jelas jaraknya cukup jauh dari Monik House di Setiabudhi 56 tempat saya biasa membeli DimSum Bandung ini. Berdasarkan ceritanya dia berjalan sejak jam 13.00 (kalau tidak hujan), menyusuri beberapa perumahan, dan biasanya tiba di pelataran parkir Monik House pada pukul 15.00 dan pindah ke depan supermarket Setiabudi pada pukul 19.00 atau 20.00 an. Tergantung mood nya aja, kadang kalo sedang asik maen catur dia bisa nongkrong sampai hampir jam 21.00.
Isi dagangannya standar tukang siomay lainnya, yaitu Siomay Aci, tahu kulit, tahu putih, kol, pare, kentang dan andalannya telor rebus dan kerupuk. Seperti siomay-siomay gerobak pada umumnya produk pak U’un ini dibuat dari bahan dasar aci (kanji) diberi perasa dan mungkin sedikit daging ikan.
Secara rasa siomay Pak U’un ini sebenarnya kurang stabil, jadi kadang berasa kurang enak, kadang berasa tidak enak. Tetapi entah kenapa jadi terasa nikmat apabila dinikmati disore hari sebagai penganjal perut sebelum makan malam, jangan lupa tambahkan kerupuk dan rasakan kombinasi kerupuk dengan bumbu kacangnya.
Soal harga cukup murah, satu porsinya 5000, harga kerupuknya 1000 dapet 3 buah kerupuk ukuran kecil. Dan untuk beberapa pelanggan tetap, dia memberikan jasa makan hari ini, bayar besok. Cuma saya tidak menyarankan hal itu, karena Pak U’un ini hanya pedagang kecil.
Untuk menawarkan dagangannya bapak bertubuh agak gemuk ini melakukan hal standar pedagang gerobak kelilingn pada umumnya yaitu kerlingan mata dan jari jempol yang menunjuk ke arah gerobaknya. Kadang berhasil, kadang tidak, cuma kayaknya dia type orang yang selalu bersyukur sehingga tidak terlihat wajah kecewa walaupun tidak berhasil membuat target nya membeli somay.
Pelayanan Pak U’un cukup baik, dia tidak pernah lupa menawarkan produk-produk ungulannya seperti Telur rebus dan kerupuk, cuma kadang dia suka menghilang dikegelapan untuk bermain catur. Jika sampai terjadi hal demikian, maka para calon pembeli terpaksa sedikit berteriak memanggil “Pak U’un, siomay”, maka beliau akan segera melayani anda dengan senyum khasnya.
Coba lah sekali-kali saat kamu berkunjung ke Monik House, jika cukup beruntung kamu akan berhasil mencicipi siomay legendaris ini. Dan seperti jajanan berbahan aci dan vetsin lainnya, tidak disarankan untuk dinikmati sehari lebih dari satu porsi.
Judgement.
Rasa : 5 dari 10, kadang 4.5. Kalo mood saya lagi bagus bisa dapet 6.
Pelayanan : 7.9












hati2, harga nya kadang suka turun naik tanpa ada pemberitahuan terlebih dahulu. disarankan untuk yg membeli dagangan tersebut, usahakanlah membayar pada saat tersebut pula..karena anda tidak akan menyangka bahwa tagihan anda pada saat memakan siomay akan melebihi dari porsi siomay yang seharusnya anda bayar. peace un!
harganya kaga stabil cing, hari ini goceng…ehh besok udah goban! sompret! macem harga dolar tunisia aja dagangan lu un… soal rasa kaga usah ditanya, asik bener dah..ditambah asem2 dikit liat muke pelanggan lain yang ketipeng pas ngambil dompet! asoy dah….un yuyun…tarik maang! bat’un (bati uun)
duh jadi kangen euy. dulu waktu aku kost dekat unisba kuga ada abang jual siomay enak banget namanya aku ga tau tapi sering mangkal di depan gang jam 8an gitu ampe jam 10 biasanya maen catur juga ama aku hiks kangen akan keramahan kota bandung