
BONBIN BIMBANG PART 2
Perjalanan belum berakhir, gw ama Erik memasuki daerah konservasi burung. Ga sengaja, kita jadi saksi burung merak yang lagi horny, dia ngejar-ngejar si cewenya ampe si cewenya puyeng. Merak-merak yang lain berdiri ngeliatin. Ada yang jadi penghulu, yang nyediain parasmanan dan tentunya pasukan merak berbatik. ( Emang kondangannnn??) Setelah puas liat merak kawin, gw ama Erik ngadatengin kandang burung kakaktua dan terjadilah perbincangan yang sangat serius.
Continue reading ‘Bon Bin Bimbang pt.02′
Tangtype adalah Jean-Francois dan Julie Cambier dari Brussels, Belgia, mereka memainkan musik experimental, dengan aransemen eksplosif dan intuitif, dimana mereka menggabungkan berbagai bunyi-bunyian instrumen akustik dan elektronik namun masih memiliki nuansa pop didalam struktur chaos yang mereka ciptakan.
Secara mudah album Flake Out ini buat kamu yang suka Slint, Mogwai, God Speed You Black Emperor, dan mencari bentuk experimentasi yang lebih absurd namun masih dalam memiliki sentuhan pop yang manis.
Album ini di Indonesia didistribusikan oleh Myrrrr , tersedia di
MonikHouse
Jl.Dr.Setiabudhi 56
Bandung
40141
http://www.myspace.com/tangtype
*review previously posted at Sugarpop


Photos by Mr.Asranur.
http://cantsaynotohope.multiply.com
http://www.flickr.com/photos/cantsaynotohope
San Fransisco 2008.
Foxtail Somersault - Motionland
read

Pedagang bakso Cuanki bernama Mang Asep ini keberadaan nya di halaman Monik House tidak bisa diprediksi. Tapi jika datang, beliau biasanya nangkring sekitar jam 11.30 sampe sore menjelang maghrib. Karena keberadaannya yang rada-rada tidak berpola ini, kadang kala tempatnya nongkrong disalip oleh pedagang cuanki lainnya. Namun kebanyakan anak Setiabudhi 56 tetap lebih memilih Mang Asep dan menanti kedatangannya.
Kalau dirasa-rasa bakso nya Mang Asep ini kalah jauh dengan Bakso Malang Karapitan misalnya, bahan-bahan yang digunakan pun sebenarnya sudah tidak bisa disebut segar. Cuma dikala duit cuma goceng, dan mulut ingin yang gurih-gurih disiang bolong, pada akhirnya kuah berlarut vetsin inilah penawarnya.
Satu paket goceng isinya bakso kecil 2 biji, somay 2 biji, tahu kulit satu buah dan tahu putih satu buah. Diberi kuah secukupnya plus bumbu garam, seledri, bawang goreng dan tentunya Ajinomoto.
Soal rasa, tidak bisa dibilang jempolan, bahkan tidak akan ada satupun jempol terangkat. Kami terpaksa menikmatinya karena terlalu malas untuk keluar dari pelataran Setiabudhi 56, atau karena lagi akhir bulan ga ada duit jajan di The Kiosk.
Tetapi kami tetap berdoa semoga Mang Asep bisa “Cuan” dan “Lucky” seperti nama dagangannya Cuanki, jadi usaha nya Cari UAng jalan kaKi nya ga sia-sia.
Rasa : 3.9
Pelayanan : full services. 7-9 tergantung mood do’i
[youtube=http://www.youtube.com/watch?v=jy0EAYq3nto&hl=en]
Monik visuals done by Ncezz
Latest Comments
RSS