Tag Archive for 'monikceltic'

Bon Bin Bimbang pt.02


BONBIN BIMBANG PART 2

Perjalanan belum berakhir, gw ama Erik memasuki daerah konservasi burung. Ga sengaja, kita jadi saksi burung merak yang lagi horny, dia ngejar-ngejar si cewenya ampe si cewenya puyeng. Merak-merak yang lain berdiri ngeliatin. Ada yang jadi penghulu, yang nyediain parasmanan dan tentunya pasukan merak berbatik. ( Emang kondangannnn??) Setelah puas liat merak kawin, gw ama Erik ngadatengin kandang burung kakaktua dan terjadilah perbincangan yang sangat serius.
Continue reading ‘Bon Bin Bimbang pt.02′

Bakso Cuanki Mang Asep.


Pedagang bakso Cuanki bernama Mang Asep ini keberadaan nya di halaman Monik House tidak bisa diprediksi. Tapi jika datang, beliau biasanya nangkring sekitar jam 11.30 sampe sore menjelang maghrib. Karena keberadaannya yang rada-rada tidak berpola ini, kadang kala tempatnya nongkrong disalip oleh pedagang cuanki lainnya. Namun kebanyakan anak Setiabudhi 56 tetap lebih memilih Mang Asep dan menanti kedatangannya.

Kalau dirasa-rasa bakso nya Mang Asep ini kalah jauh dengan Bakso Malang Karapitan misalnya, bahan-bahan yang digunakan pun sebenarnya sudah tidak bisa disebut segar. Cuma dikala duit cuma goceng, dan mulut ingin yang gurih-gurih disiang bolong, pada akhirnya kuah berlarut vetsin inilah penawarnya.

Satu paket goceng isinya bakso kecil 2 biji, somay 2 biji, tahu kulit satu buah dan tahu putih satu buah. Diberi kuah secukupnya plus bumbu garam, seledri, bawang goreng dan tentunya Ajinomoto.

Soal rasa, tidak bisa dibilang jempolan, bahkan tidak akan ada satupun jempol terangkat. Kami terpaksa menikmatinya karena terlalu malas untuk keluar dari pelataran Setiabudhi 56, atau karena lagi akhir bulan ga ada duit jajan di The Kiosk.

Tetapi kami tetap berdoa semoga Mang Asep bisa “Cuan” dan “Lucky” seperti nama dagangannya Cuanki, jadi usaha nya Cari UAng jalan kaKi nya ga sia-sia.

Rasa : 3.9
Pelayanan : full services. 7-9 tergantung mood do’i

Mie Kocok Pak Doyok

mie kocok
Pak Doyok biasa memarkir gerobaknya di pelataran Monik House di sore hari sekitar jam 13.00-16.00 an. Orang berumur setengah baya ini selalu menghias wajahnya dengan senyum, dan jika ada orang melintas seringkali memberikan kode dengan lirikan mata khas ke arah gerobaknya bermaksud membujuk orang tersebut membeli mie kocoknya.

Yaa terus terang Mie Kocok nya sama sekali bukan yang terbaik, bahkan disebut mediocre pun hampir tidak bisa. Tetapi disaat keadaan sakaw vetsin dan lapar mata melanda, tidak ada pilihan lain yang dapat dilakukan selain memakan Mie Kocok Pak Doyok ini.

Isinya standar Mie Kocok ada Mie, Tauge, Kikil, Bakso, dan kuah dengan tumpahan vetsin yang bisa bikin orang-orang fanatik kesehatan berteriak ngeri. Namun jangan khawatir kadar ketidak sehatan Mie Kocok ini bisa sedikit dikurangi dengan memesan mie kocok tanpa vetsin, namun harus terus diawasi karena Pak Doyok ini seringkali tidak mengindahkan pesanan khusus tersebut.

Mungkin untuk sekali-sekali memakan jajanan gerobak yang satu ini masih tidak apa-apa, tetapi jika sampai terjadi dua hari berturut-turut mengkonsumsi Mie Kocok ini, bisa jadi otak anda akan terkena vetsin syndrome.

Jika memang perlu diberi rating, maka saya akan memberikan ponten 5.5 dari 10.

Oh You’re So Silent Sir…

Oh You’re So Silent Sir…

An ad for Juice Magazine,

Oh You’re So Silent Sir…

Oh You’re So Silent Sir…

An ad for Juice Magazine,